This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Hub: 0857 3655 7299

Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Juni 2013

PERSIAPAN MEMBELI RUMAH

PERSIAPAN MEMBELI RUMAH
Oleh: Safir Senduk
 
Dikutip dari Tabloid NOVA No. 695/XIV


 Rini baru saja menidurkan Adit, putranya yang berusia 3 tahun ketika suaminya, Indra, menghampirinya dan berkata, "Ma, aku rasa sudah waktunya kita punya rumah sendiri."
Ah, bertahun-tahun rasanya kalimat itu sangat diharapkan Rini keluar dari mulut suaminya. Betapa tidak, setelah 5 tahun perkawinan mereka, Indra tidak pernah benar-benar menyatakan berniat untuk memiliki rumah. Sampai saat ini mereka memang masih tinggal bersama orang tua Indra. Walaupun mertuanya sangat menyayanginya, sebetulnya Rini lebih senang jika bisa tinggal di rumah sendiri. Lagi pula Adit yang selama ini tidur bersama mereka, sepertinya sudah mulai pantas untuk punya kamar sendiri.
Pembaca, bila kita bertanya kepada setiap orang yang belum memiliki rumah, hampir semuanya spontan mengatakan bahwa akan lebih baik bila mereka bisa memiliki rumah sendiri dibanding sekadar menyewa. Alasannya bisa bermacam-macam. Saya di sini tidak ingin bicara tentang apa untung ruginya memiliki rumah sendiri dengan hanya menyewa saja. Karena sekali lagi, ada banyak sebab yang melatarbelakangi timbulnya keinginan untuk memiliki rumah sendiri.
Oke, keinginan, sih, keinginan. Tapi saya rasa tidak semua dari Anda punya cukup uang, kan, untuk bisa memenuhi keinginan tersebut? Ini karena kondisi keuangan masing-masing dari Anda berbeda-beda. Tidak jadi masalah bagi Anda yang pada saat ini sudah memiliki dana yang cukup untuk bisa membeli rumah. Tapi bagaimana bagi Anda yang belum memiliki dana yang cukup pada saat ini?


Kapan Saat yang Tepat untuk Membeli Rumah?

Bagi Anda yang pada saat ini belum memiliki rumah, kapan sih saat yang tepat bagi Anda untuk membelinya? Sebetulnya tidak ada jawaban yang pasti. Sejumlah peristiwa yang terjadi dalam kehidupan Anda mungkin adalah pertanda bahwa sudah saatnya bagi Anda untuk membeli sebuah rumah. Misalnya saja, rencana menikah atau bertambahnya anggota keluarga mungkin merupakan suatu pertanda bahwa Anda mungkin sudah harus memiliki rumah sendiri.
Perhatikan bahwa membeli rumah, baik bagi yang baru pertama kali maupun bagi yang sudah beberapa kalinya, selalu merupakan suatu keputusan penting yang perlu pemikiran matang. Iya dong, karena dengan membeli rumah, maka Anda mungkin harus memiliki suatu komitmen jangka panjang. Kalau nanti rumah Anda rusak-rusak pada tahun kelima, ketujuh atau kesembilan, Anda kan tetap harus keluar uang untuk memperbaikinya kan? Itulah yang dimaksud dengan komitmen jangka panjang, yaitu bahwa apa pun yang terjadi dengan rumah itu, selama rumah itu adalah milik Anda, maka Anda harus merawatnya.
Bagi Anda yang membeli rumah secara kredit, maka Anda mungkin harus membayar cicilan rumah dengan jangka waktu yang bervariasi, mulai dari satu, tiga, lima, hingga 15 tahun lamanya. Belum lagi Anda juga harus membayar biaya-biaya lain yang mungkin muncul di tengah jalan, seperti perawatan rumah, renovasi, perluasan, dan lain-lain sehingga dalam perjalanannya nanti rumah Anda mungkin akan terus menyesuaikan diri dengan gaya hidup Anda sekeluarga.


Bagi Sebagian Orang, Punya Rumah adalah Impian

Jika ditinjau dari fungsinya, rumah semata-mata adalah tempat bernaung. Jangan lupa bahwa memiliki tempat untuk bernaung merupakan kebutuhan dasar manusia yang harus terpenuhi seperti layaknya makanan dan pakaian. Kalau Anda butuh makan dan butuh pakaian, maka Anda juga perlu tempat untuk bernaung.
Bagi kebanyakan orang, memiliki rumah adalah suatu impian yang sudah ada dalam benak mereka sejak jauh-jauh hari, di mana seringkali impian itu terbentuk dari pengalaman hidup mereka. Mungkin saja seseorang yang di masa kecilnya tidak mempunyai halaman untuk bermain ingin sekali memiliki rumah dengan halaman yang luas. Di lain pihak, bagi orang yang kebetulan dilahirkan sebagai anak tunggal mungkin saja menginginkan rumah mungil yang asri dan nyaman.
Karena itu, tidak ada rumusan yang tepat ketika berbicara tentang seperti apa rumah idaman itu, karena rumah dengan model seperti ini mungkin cocok untuk orang dengan tipe ini tetapi belum tentu cocok untuk orang dengan tipe itu.
Namun demikian, terkadang kita dihadapkan pada kenyataan bahwa secara ekonomi kita belum mampu memiliki rumah, tidak peduli bahwa kebutuhan untuk punya rumah sendiri mungkin sudah sangat mendesak sekalipun. Belum lagi ditambah dengan adanya keinginan kuat untuk mewujudkan rumah idaman dengan model ini atau itu.
Yang pasti, ketika Anda sudah memutuskan untuk membeli rumah, maka selalu ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan, seperti kondisi ekonomi, kecenderungan turun naiknya harga rumah, bunga kredit bank dan ­ yang paling penting ­ kondisi keuangan Anda. Sudah cukup amankah penghasilan Anda? Berapa jumlah tabungan Anda saat ini? Berapa jumlah pengeluaran rutin Anda? Dan lain sebagainya dan lain sebagainya.
Pada tulisan kali ini, saya akan membahas tentang langkah-langkah persiapan apa yang harus Anda lakukan bila Anda memutuskan untuk membeli rumah:
  1. Putuskan rumah seperti apa yang Anda inginkan dan cobalah mencarinya Ada baiknya bila Anda terlebih dahulu mengambil kertas dan menuliskan apa yang sebetulnya menjadi kebutuhan Anda yang bisa dipenuhi dalam rumah itu, seperti berapa jumlah kamar yang Anda inginkan? Berapa jumlah kamar mandinya? Sebesar apa halamannya? Haruskah rumah itu memiliki garasi? Seperti apa kondisi atap yang Anda inginkan?
    Setelah itu, coba tuliskan juga fasilitas-fasilitas umum macam apa yang Anda inginkan disekitar rumah Anda, apakah rumah Anda harus berada di pinggir jalan raya? Apakah Anda ingin agar rumah Anda dekat dengan rumah ibadah? Atau apakah Anda ingin agar ada sekolah di dekat rumah Anda?
    Setelah menuliskannya, tiba waktunya bagi Anda untuk mulai mencari rumah yang memenuhi ­ atau paling tidak mendekati ­ keinginan Anda. Mungkin ada baiknya bila Anda datang ke berbagai pameran rumah karena disana Anda bisa mendapatkan banyak sekali informasi rumah dari para sales yang siap membantu Anda. Ditambah lagi, di pameran biasanya juga ditawarkan potongan harga yang cukup besar.
    Tentu saja, sebaiknya Anda tidak langsung percaya pada gambaran kondisi rumah yang tertera pada brosur penjualan atau maket di pameran tersebut, karena dalam prakteknya seringkali kenyataannya berbeda dengan apa yang ada di lapangan. Apa yang harus Anda lakukan adalah dengan datang ke lokasi dan melihatnya sendiri. Malah kalau perlu, buat sejumlah foto dari rumah-rumah tersebut pada saat kunjungan agar bisa Anda pelajari sendiri foto-foto tersebut di rumah.
    Lihatlah beberapa rumah sekaligus, karena makin banyak kemungkinan yang Anda lihat akan makin baik. Bandingkan satu dengan yang lain, sehingga dari situ Anda akan memiliki gambaran tentang rumah mana yang terbaik untuk Anda.


  2. Lihat berapa harga rumah dan berapa jumlah yang harus Anda bayar untuk bisa membelinya Kita anggap saja Anda sudah tahu tentang rumah mana yang Anda inginkan. Setelah itu, tanyakan berapa harganya. Jangan kaget kalau harganya mahal, karena rumah sebetulnya adalah salah satu pembelian terbesar yang mungkin pernah Anda lakukan dalam hidup Anda.
    Oh ya, kadang-kadang mungkin ada biaya-biaya lain juga lho yang harus Anda bayar. Contohnya seperti Biaya Pemesanan (booking fee), Akte Jual Beli, Biaya Balik Nama Serfikat, Biaya Jasa Notaris dan lain sebagainya. Jadi sebetulnya, tidak hanya harga rumah itu saja yang harus Anda bayar, tetapi ada biaya-biaya lain juga yang harus Anda antisipasi sehingga dari sini Anda bisa menghitung berapa jumlah keseluruhan yang harus Anda bayar untuk bisa mendapatkan rumah yang Anda inginkan.


  3. Hitung berapa jumlah dana yang Anda miliki saat ini Setelah tadi Anda melihat rumah yang Anda inginkan dan menanyakan harganya, sekarang cobalah menghitung berapa jumlah dana yang Anda miliki pada saat ini. Dana tersebut bisa berasal dari tabungan, deposito atau dari koleksi investasi Anda yang lain. Kemudian, barulah kita masuk ke langkah berikut


  4. Putuskan apakah Anda akan membeli secara tunai atau kredit Anda sudah menghitung berapa jumlah dana yang Anda miliki pada saat ini. Dari situ, sekarang pertanyaannya adalah: apakah dana Anda cukup untuk bisa membeli rumah tersebut secara tunai? Kalau ya, bagus. Anda mungkin bisa langsung membeli rumah tersebut dan persoalannya selesai. Bagaimana bila Anda tidak memiliki uang yang cukup untuk membeli rumah tersebut secara tunai? Jelas Anda harus ambil kredit.
    Kalau Anda datang ke bank, maka bank biasanya memiliki produk kredit yang bisa dimanfaatkan untuk membeli rumah. Nama produk ini adalah KPR atau Kredit Pemilikan Rumah. Untuk bisa mengambil KPR, maka bank biasanya tidak akan mau membayari rumah Anda 100%. Mereka hanya akan membayari rumah Anda sekitar 70% dari harga rumah, sisanya yang 30% harus Anda bayar sendiri dari kantong Anda. Bagaimana caranya? Kalau harga rumah yang Anda inginkan adalah Rp 100 juta, maka Anda harus membayar dulu 30%-nya dari kantong Anda (dalam contoh ini berarti Rp 30 juta). Setelah itu, barulah bank akan melunasi sisanya yang 70% (yaitu Rp 70 juta). Di sini, jumlah 30% yang Anda bayar dianggap oleh bank sebagai Uang Muka (Down Payment = DP)


  5. Siapkan dananya Sekarang, bagaimana kalau dana yang Anda miliki tidak cukup untuk bisa membayar Uang Muka yang 30% itu? Boro-boro bisa bayar yang 30 %, wong untuk bayar 10 %-nya saja enggak cukup Gimana dong kalau begitu?
    Bila demikian, maka Anda mungkin harus menabung secara rutin untuk bisa mengumpulkan uang muka tersebut. Sebagai contoh, kalau harga rumah yang Anda inginkan adalah Rp 100 juta, 30 %-nya berarti Rp 30 juta. Nah, kalau dana Anda saat ini cuma Rp 5 juta, ini berarti Anda harus menabung untuk bisa mengumpulkan sisanya yang Rp 25 juta.
    Di lain pihak, bisa saja Anda menabung bukan untuk membayar Uang Muka, tetapi untuk membayar rumah tersebut secara tunai 100 %. Walaupun mungkin hal ini bisa memakan waktu lama, tetapi dengan demikian Anda tidak perlu ambil kredit lagi kan? Dalam contoh di atas, ini berarti Anda harus menabung sampai bisa mengumpulkan Rp 100 juta dalam rekening Anda agar bisa membeli rumah tersebut secara tunai.
    Tapi awas, jangan lupa untuk memasukkan unsur inflasi dalam perhitungan Anda. Artinya, harga rumah pada saat ini adalah Rp 100 juta. Anda lalu memutuskan untuk menabung selama satu tahun agar dana Rp 100 juta tadi bisa terkumpul. Tapi, mungkin saja setelah satu tahun harga rumah tersebut sudah naik sekitar sepuluh, duapuluh, atau tiga puluh persen. Jadi, jumlah yang harus Anda tabung bukan lagi Rp 100 juta, tetapi sebaiknya ­ mungkin - sekitar Rp 130 juta.
Pada nomor mendatang, kita akan membahas tentang strategi apa yang harus Anda tempuh bila Anda ingin membeli rumah melalui jalur kredit. Kasarnya, bagaimana strateginya agar Permohonan KPR Anda bisa diterima oleh bank.



TAWAR, TAWAR, TAWAR
Bila Anda membeli rumah dari pengembang (developer), maka rumah tersebut biasanya masih baru, berada di kompleks perumahan dan belum pernah ditempati sama sekali. Untuk rumah seperti ini, biasanya harga yang ditawarkan pengembang adalah harga pas.
Namun demikian, Anda bisa juga tidak membeli rumah dari pengembang, tetapi dari orang yang sudah menempati rumah tersebut. Jadi, istilahnya adalah rumah bekas. Nah, untuk rumah seperti ini biasanya harga yang ditawarkan masih bisa dinegosiasikan. Karena itu, ada beberapa informasi yang sebaiknya Anda dapat sehingga Anda bisa lebih siap dalam melakukan tawar menawar harga dengan si penjual:

  • Cek apakah harga rumah yang ditawarkan penjual kurang lebih sama dengan harga rumah lain dengan kondisi yang sama dan di lokasi yang sama. Bila harga rumah di tempat lain tersebut lebih rendah, Anda mungkin bisa meminta si penjual menurunkan harganya.
  • Cek juga kondisi rumah tersebut, apakah rumah itu memiliki sejumlah kerusakan yang ­ tidak bisa tidak ­ harus diperbaiki oleh Anda sebagai pemilik barunya nanti. Semakin banyak kerusakannya, posisi tawar menawar Anda bisa lebih kuat karena Anda bisa meminta si penjual menurunkan harga rumahnya.
  • Cek juga sudah berapa lama rumah tersebut ditawarkan untuk dijual. Jika rumah itu sudah ditawarkan dalam waktu yang cukup lama, maka si penjual mungkin akan makin ingin menjual rumahnya dan mau menerima tawaran harga yang lebih rendah.



  • INFORMATION
    Info        :               http://faiz-properti.blogspot.com
    Email     :               faizproperti@yahoo.com
    Contac Person   :               IM3 : 085736557299, AS :  082337559199, XL : 087701467599
     

    Memiliki Rumah Bukan Hanya Impian


     Memiliki Segera Rumah Bukan Hanya Bermimpi Belaka Tampa ada sebuah niat yang kuat

    Memiliki rumah bukan hanya sekedar mimpi di siang bolong. Bagi anda yang sudah memiliki penghasilan tetap dan ingin mulai berinvestasi selalulah diajak untuk memilih. Rumah atau kendaraan beroda empat? Jika Anda memutuskan untuk membeli rumah, ada banyak pertimbangan yang harus dipikirkan dan kemudian diputuskan.
    Namun, ada baiknya Anda memperhatikan syarat-syarat pembelian rumah dan kondisi rumah itu sendiri sebelum memutuskan membeli rumah. Karena kelak, rumah yang Anda beli adalah salah satu bentuk investasi Anda di masa depan sehingga jangan sampai merasa rugi di belakang hari. Sebagai pertimbangan, berikut hal-hal perlu Anda perhatikan sebelum membeli rumah:

    1. Bagaimana track record Anda?
    Pinjam uang di bank memang masih merupakan cara mendapatkan rumah impian. Hanya, cara ini tidak akan pernah terwujud jika nama Anda telah "dicoret" dari daftar calon peminjam oleh salah satu bank tempat Anda pernah meminjam dana sebelumnya. Sebutlah, hal itu disebabkan Anda punya record tidak bagus dalam menyelesaikan utang kartu kredit atau kredit tanpa agunan, misalnya.
    Perlu Anda ketahui, setiap bank kerap akan mem-forward laporan mengenai perilaku buruk nasabahnya pada bank-bank lainnya karena ada semacam bentuk jaringan di antara mereka sehingga Anda sulit melakukan pinjaman atau kredit lagi di kemudian hari.
    Untuk itu, sebelum menjemput rumah impian, pastikan tak ada informasi yang salah tentang alur pinjaman kredit Anda, atau tak ada kekeliruan nilai kredit. Contohnya, nilai pinjaman Anda sudah mencapai limit sehingga tidak mungkin meminjam dana lagi. Selain itu, jika benar terjadi kekeliruan, pastikan Anda segera menyelesaikannya agar bisa dengan mudah mengajukan pinjaman lagi.

    2. Jangan ragu berkonsultasi
    Tanyakan pada siapa pun, baik teman atau saudara Anda yang pernah menggunakan jasa peminjaman. Ajak mereka berbagi pengalaman dan bisa mereferensikan Anda pada bank yang memang punya kredibilitas.
    Namun demikian, Anda juga mempunyai tugas untuk memeriksa dan membandingkan beberapa penawaran dari para pemberi pinjaman itu. Anda tak perlu khawatir, karena pinjaman Anda tidak akan ditolak jika semua persyaratan telah disetujui.

    3. Beli saat harga masih rendah
    Beberapa perumahan memang menetapkan harga rumah yang selangit karena infrastrukturnya sudah lengkap. Pembangunan jalan tol, misalnya, bisa membuat harga rumah naik 50 persen.
    Karena itu, jika ada rencana pembangunan jalan tol di kawasan perumahan yang Anda cari, jangan ragu membeli rumah tersebut sebelum harganya melambung naik. Namun demikian, perlu dipastikan juga bahwa Anda memilih area yang aman dari urusan pembebasan tanah.

    4. Beli saat bunga rata-rata masih cukup normal
    Ada saatnya suku bunga pinjaman jatuh atau malah turun. Kiranya, ini adalah pertanda bagi Anda untuk segera berinvestasi di dunia properti. Cepat, beli rumah pilihan Anda.

    5. Pastikan dana Anda cukup
    Uang muka atau tanda jadi tentu harus dilunaskan. Punya tabungan minimal 20 persen dari harga rumah yang akan Anda beli, begitulah idealnya.

    6. Alokasikan biaya tambahan
    Tak cukup hanya memikirkan tanda jadi dan uang maka, karena Anda juga harus menyiapkan anggaran lainnya, terutama dana asuransi, pajak, dan juga biaya konsultasi atau administrasi. Jumlah ini harus dianggarkan sebagai pembayaran tambahan setiap bulan, selain jumlah yang harus Anda bayarkan untuk angsuran rumah. Jangan lupa, siapkan juga dana perbaikan dan perawatan rumah.

    7. Jeli dengan penawaran rumah
    Hati-hati menilai rumah yang akan dibeli. Bisa jadi, rumah yang dijual saat ini berstatus rumah sitaan. Untuk itu, cari tahu latar belakang calon rumah yang akan Anda beli. Siapkan sedikit uang untuk menyewa ahli yang bisa menilai dan mencari tahu seputar reputasi rumah (status hukum). Ini mutlak diperlukan agar Anda punya banyak masukan termasuk tentang jumlah uang yang dibutuhkan untuk perbaikan rumah.

    8. Jangan mudah tergiur penawaran yang pendek
    Anda memang harus hati-hati soal hal ini. Karena, boleh jadi, rumah tersebut belum memiliki sertifikat hak milik, atau tanahnya masih tanah girik. Atau, tanah tersebut masih menjadi sengketa sehingga jangan heran jika rumah seperti ini menawarkan harga lebih murah, namun prosesnya akan berbelit-belit dan panjang.
    Bangunan yang bernama rumah harusnya memiliki nilai prestisius untuk Anda. Bukan hanya karena kemewahan atau luasnya, sekecil apapun rumah yang Anda pilih sebaiknya menjadikan semakin tenang dalam menjalani hidup. Jangan dirong-rong bagaimana cara membayar cicilannya dan berujung Anda menjualnya begitu saja.

    Sumber :
    (kompas.com/ felly@oktomagazine.com)

    tips cara membangun rumah minimalis

    tips cara membangun rumah minimalis

    Tips cara membangun rumah minimalus





    Berikut tips sederhana cara membangun rumah sebelum anda membangun rumah:

    1. Anggaran / biaya. Pastikan biaya membangun rumah mencupi. Bila rencanax hanya untuk pondasi saja, ya siapkan dana secukupnya untuk pondasi.

    2. Gambar kerja. Kalo cara membangun rumah agak rumit, pastikan anda atau tukang anda memahami rencana bangunan rumah kalau perlu dikerjakan kontraktor .

    3. Pemilihan material atap. Jika rumah anda rencananya menggunakan atap ringan, sesuaikan pondasi dan kolomnya untuk atap ringan, begitu pula sebaliknya jika menggunakan genteng pastikan pondasinya cukup unutk menahan beban genteng.

    4. Pemilihan material dinding. Jika dindingnya menggunakan bata ringan, lebar pondasi 20 cm sudah cukup (untuk 1 lantai), bila dinding menggunakan batako harus lebih lebar dari 30cm. (tergantung lagi dengan jenis tanah dasarnya) Slop menyesuaikan.

    5. Kerangka kuda-kuda dan kap. Untuk yang dikalimantan terutama kaltim, jiak harga kayu masih dibawah 4jt/m3 masih hemat menggunakan kayu ketimbang baja ringan. Tapi ini kembali kemasalah selera.

    6. Tukang. Jika anda mengerti bangunan, anda bisa menggunakan tukang amatiran yang biayanya lebih ringan, tapi jika anda tidak mengerti sama sekali tentang bangunan, sebaiknya menggunakan tukang yg handal atau jasa konsultan atau kotraktor.

    7. Keramik. Jika lebar ruangan dibawah 3m, sebaiknya menggunakan keramik ukuran 30x30cm, agar muncul kesan lebar. Tapi ini kembali kemasalah selera.

    8. Cat. Sebaiknya menggunakan cat dasar. Ini lebih hemat dibanding anda menggunakan cat warna langsung.

    9. Semoga bermanfaat.

    Tips cara membangun rumah minimalis

    5 Langkah Membangun Rumah Baru di Kavling Sendiri Terbaru 2013

    5 Langkah membangunan rumah baru di kavling sendiri. Tampa melihat dan mempertimbangkan beberapa aspek dibawah ini kebanyakan banyak pemilik rumah merasa dirugikan karena tidak tahu akan masalah membangun rumah pribadi di tanah kavlingan dan akhirnya tidak sesuai dengan keinginan pribadi. Mari kita pelajari secuil ilustrasi tentang langkah-langkah apa yang harus kita tempuh.

    Memilih kontraktor yang tepat untuk proyek rumah tinggal Anda dapat menghemat waktu dan uang. Bila Anda seperti kebanyakan orang, rumah adalah investasi terbesar dalam hidup Anda. Anda mungkin telah menabung sekian lama dan kini di usia mapan Anda, Anda baru memiliki dana yang cukup untuk membangun rumah tinggal “ideal” seperti yang Anda inginkan. (Bukan seperti rumah pertama Anda, misalnya, yang Anda beli dari developer atau sudah jadi sehingga tidak seideal yang Anda inginkan).
    Jika Anda sedang berpikir untuk membangun rumah rancangan sendiri (dengan bantuan arsitek), memilih kontraktor yang tepat adalah sangat penting karena dapat menghemat waktu, uang dan banyak kepusingan atau bahkan kekecewaan. Cerita mengenai kontraktor yang tidak jujur, kurang rapi pekerjaannya, susah diajak berkomunikasi, dan lain-lain bukanlah hal yang baru di masyarakat kita. Selain faktor mental, tidak adanya standardisasi industri turut berperan di dalamnya. Anda perlu melakukan pekerjaan rumah ekstra sebelum Anda memilih kontraktor dan memulai proyek konstruksi. Berikut adalah beberapa langkah yang perlu Anda lakukan bila akan membangun rumah sendiri di tanah kavling yang Anda miliki:
    1. Pilih kontraktor rumah.
    2. Karena rumah Anda harus memiliki kualitas dan daya tahan yang baik,  Anda perlu memilih kontraktor handal yang dapat memberikan keduanya. Mintalah referensi kontraktor yang baik melalui sahabat, rekan dan famili Anda.  Anda juga bisa menjelajahi internet, membaca iklan majalah,  koran dan lain-lainnya untuk pencarian awal Anda.  Alternatif lain, Anda dapat menanyakan ke arsitek Anda.  Setiap arsitek independen (yang bukan sekaligus kontraktor) biasanya memiliki daftar rekanan kontraktor kepercayaan. Mereka akan berhati-hati menyeleksi rekanan kontraktor karena bila pekerjaannya buruk maka keindahan arsitektur yang dia rancang menjadi sia-sia dan reputasinya ikut buruk. Fokuskan pencarian Anda pada kontraktor yang menangani jenis rumah tinggal yang Anda miliki dengan rentang harga Anda. Setiap kontraktor memiliki segmen tersendiri. Jangan, misalnya, Anda memercayakan proyek rumah 3 milyar Anda kepada kontraktor yang biasanya hanya menangani pembangunan rumah di bawah 1 milyar. Kompleksitas dan tantangannya berbeda.
    3. Mintalah referensi klien-kliennya. Hal pertama yang perlu Anda ketahui tentang kontraktor Anda adalah apakah dia memiliki reputasi baik, mudah diajak bekerjasama dan bertanggung jawab. Anda dapat meminta langsung dari sang kontraktor daftar alamat proyek- proyek yang baru diselesaikannya, beserta nama pemilik rumah dan rincian kontaknya.  Seorang kontraktor yang bonafid pasti bersedia untuk memberi Anda nomor-nomor telepon dari beberapa pelanggannya. Berbicaralah dengan pemilik rumah yang pernah bekerjasama dengan kontraktor tersebut, tanyakan bagaimana kualitas pekerjaan dan pelayanannya.
    4. Periksa kualitas pekerjaan. Bila perlu, kunjungi salah satu rumah yang pernah dibangun sang kontraktor. Hal ini akan memberi Anda kesempatan yang baik untuk melihat dari dekat kualitas dan kerapian pekerjaannya.
    5. Pelajari draft kontrak dan RAB yang diajukan. Kontraktor harus memberikan rancangan kontrak tertulis yang menentukan jadwal kerja, jadwal pembayaran dan kebijakan perubahan (adendum). Kontrak tersebut juga harus mencakup rincian anggaran biaya sampai ke sub-sub pekerjaan, volume dan harga satuan. Diskusikan dengan kontraktor bila ada hal-hal yang Anda perlu negosiasikan atau klarifikasi, catat hasil kesepakatannya.
    6. Bekerja bersama kontraktor. Setelah kontrak ditandatangani dan izin mendirikan bangunan (IMB) didapatkan, Anda siap untuk mengayunkan cangkul pertama di tanah Anda untuk membangun pondasi rumah. Kontraktor kini bertanggung jawab untuk mengawasi para pekerja lapangan, penyediaan bahan dan memastikan proyek selesai sesuai jadwal. Luangkanlah waktu untuk berkomunikasi dengan kontraktor Anda selama proyek, beritahu dia dari potensi masalah bila ada, perubahan pilihan atau preferensi Anda, atau perubahan dalam anggaran Anda.
    Demikian  5 Langkah Membangun Rumah Baru di Kavling Sendiri yang FAIZ persembahkan semoga bermanfaat bagi pembaca khususnya saya pribadi.



    INFORMATION
    Info        :               http://faiz-properti.blogspot.com
    Email     :               faizproperti@yahoo.com
    Contac Person   :               IM3 : 085736557299, AS :  082337559199, XL : 087701467599